Lumbung Ketahanan Pangan Rakyat – Belajar dari Outbreak Covid-19

Bisa terbayangkah, jika wabah Covid-19 ini masih menular dan menghantui rakyat Indonesia dalam 3 – 6 bulan ke depan atau bahkan lebih lama lagi? Bahkan para ahli ekonom memprediksi akan ada wave selanjutnya yang lebih dahsyat yaitu : krisis ekonomi termasuk krisis hutang didalamnya, dan ujungnya akan terjadi Restart Econimic. Sebagian besar negara bisa jadi yang tersisa hanya hutang, termasuk swasta.

Apakah rakyat Indonesia mampu bertahan dalam memenuhi kehidupan sehari-hari selama terjadi wabah tersebut, dimana kemungkinanya akan diterapkan karantina wilayah atau malah Pembatasan Sosial Skala besar yang mengarah ke Darurat Sipil, dimana pada pilihan ke dua ini Pemerintah tidak berkewajiban untuk menyediakan bantuan makanan kepada rakyat dan hewan peliharaan.
Kebayang kesulitan hidup ke depan jurangnya cukup dalam dan lebar yang harus dilalui.

Ini kita tidak untuk panik. Justru untuk sama-sam mencari solusi, bahkan kita harus satukan berbagai potensi rakyat yang ada, kita hadapi wabah ini dengan bersama-sama.

Untuk itu saya akan menuangkan gagasan sesuai judul tulisan ini. Kita dimasing-masing wilayah lokasi dapat mulai membangun sejenis Lumbung Ketahannan Pangan Rakyat. Kit atdak usah mengharapkan bantuan dari manapun termasuk Pemerintah.

Setidaknya ada 6 jenis paket Ketahanan Pangan dan hidup sehat yang bisa dibangun di daerah masing-masing , cocoknya dilakukan di tiap Desa dan melibatkan semua warga di Pemda tersebut.

1. Lumbung Kebutuhan Pokok : Beras dan pengganti besar (umbi-umbian. Ditatam di lahan yang ada di sebuah desa, lahan bisa diperoleh dari hasil wakaf, atau kerjasama kelola lahan kosong milik Pemda atau swasta/warga, atau sewa guna, atau jika perlu dibeli secara iuran warga dan dijadikan wakaf. Atau bisa ditanam di halaman atau kebun masing2 yg dimiliki warga. Bisa kerjasama dengan Masjid atau wadah Yayasan yang ada di wilayah masing-masing. Bagi warga yang tidak memiliki lahan, bersama-sama dengan yang lain menanam di lahan bersama tadi.

Lumbung berupa gudang juga disediakan untuk penyimpanan padi, beras,atau umbi-umbian jika memang dipanen.

2. Kolam Ikan : Kolam ikan pun sama lahan atau kolamnya dapat diperoleh dari wakaf , atau kerjasama memanfaatkan lahan/kolam kosong, atau sewa dan kerjasama , atau beli. Jenis ikan silahkan disesuaikan masing-masing wilayah yang cocok. Ikan mujair, ikan mas, lele, udang, gurame , bawal, dll.

3. Kebun sayuran dan buah-buahan : Kebun, lahan dapat diperoleh dari wakaf , atau kerjasama memanfaatkan lahan/kolam kosong, atau sewa dan kerjasama , atau beli lahan secara iuran bersama-sama. Jenis sayuran dan buah-buahan disesuaikan daerah masing-masing.

4. Dapur Rakyat : dapur untuk memasak makanan bersama. Tujuannya penyediaan makanan gratis bagi yang tidak mampu, dan dibeli oleh yang mampu dengan harga lebih murah. Bisa dikembangkan juga menjadi restoran milik rakyat.

5. Kesehatan Rakyat Mandiri : selain mengikuti BPJS, rakyat juga secara bersama-sama memiliki iuran untuk tanggungan bersama. Tabaru adalah salah satu model secara syariah. Berikut contoh perhitungannya :

abaru : tanggungan kesehatan bersama

Anggota harus banyak agar iuran tabaru kecil.
– anggota 1 juta.
– iuran : 100rb/orang ( sekali bayar).
– Dana Tabaru : 100M, dana ini harus dipertahankan

Misal :
Dalam 1 bulan dana digunakan 10M
Maka saldo tabaru : 90M
Maka semua anggota hrs setor lagi 10M/1Jt orang : 10rb.

Dst

6. Dana Rakyat. Pertanyaannnya dana untuk membangun dan menyiapkan 5 paket tersebut dari mana? Tentu pada gagasan ini adalah diperoleh dari iuran warga masyarakat di seluruh Kota/Kabupaten tersebut. Berikut contoh Dana Rakyat dari Tabaru :

Dana Tabarru adalah kumpulan dana yang berasal dari kontribusi para Peserta, yang mekanisme penggunaannya sesuai dengan Akad Tabarru yang disepakati. Akad adalah perjanjian tertulis memuat kesepakatan tertentu, beserta hak dan kewajibanpara pihak sesuai dengan prinsip syariah.

Contoh :
– jumlah rakyat : 1 juta orang
– iuran : Rp. 400rb.
– total : 400M
Modal ini harus dijaga jumlah nya tetap.

Pembagian :
– bahan pokok : 25%
– kesehatan : 30%
– dapur rakyat : 25%
– Lain2 : 20%

—-
gagasan ini berdasarkan sbb :

1. Takwil mimpi yang mengantarkan Yusuf menjadi bendaharawan negara adalah ketika menafsirkan mimpi sang raja. ”Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya), ‘Sesungguhnya, aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir yang kering. Hai orang-orang yang terkemuka, Terangkanlah kepadaku tentang tabir mimpiku itu jika kamu dapat menabirkan mimpi’.” (QS Yusuf: 43).

2. Ustman Bin Affan membeli sumur air minum milik Yahudi di madinah, setelah dibeli di wakafkan untuk umat Islam yang ada di Madinah saat itu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *